























Jejak Cahaya di Lorong Ilmu
Di lorong waktu yang sunyi dan panjang,
Langkahmu tak pernah lelah menentang terang.
Dengan kapur di tangan dan sabar di hati,
Kau lukis masa depan di papan mimpi.
Setiap pagi kau datang membawa harapan,
Meski usia perlahan menulis di wajahmu kenangan.
Tak kau hitung lelah, tak kau tuntut balas,
Karena bagimu, ilmu adalah warisan paling ikhlas.
Kami tumbuh dari benih yang kau tanam,
Dengan kasih yang tak pernah kau harapkan pamrih.
Kau adalah pelita di malam kami yang gelap,
Penunjuk arah saat dunia terasa kabur dan kabut.
Kini saatnya kau beristirahat dari tugas mulia,
Namun jejakmu tetap hidup di jiwa kami semua.
Terima kasih, Bu Guru, atas setiap peluh dan doa,
Namamu abadi dalam sejarah sekolah dan cinta.
Selasa, 16 September 2025 adalah hari yang sangat mengharukan bagi seluruh warga SMAS Taruna Jaya Sampit. Hari itu menjadi momen perpisahan dengan Ibu Sukarti, sosok yang dikenal energik dan tak pernah mengenal lelah dalam setiap titik pengabdiannya bagi anak-anak dan bangsa. Setiap kenangan yang ditinggalkan oleh Ibu Sukarti membawa luka mendalam di hati para murid, guru, dan staf sekolah. Hanya satu kata yang mampu kami ucapkan: terima kasih, atas kerja keras dan kesabaran Ibu dalam membimbing generasi penerus bangsa. Berkat pengabdian Ibu, kami percaya masa depan bangsa akan menjadi lebih baik dan jaya. Kami akan selalu mengenang jasa-jasa Ibu. Semoga masa purna tugas ini menjadi awal dari kebahagiaan baru.
